Di hari-hari terakhir sebelum ajal menjemput, Diego Mendieta sempat mengenakan jersey Real Madrid.
Kita semua tersentak. Kita malu. Tanyakan kepada sahabat
Pasoepati bagaimana begitu terharu Diego Mendieta kala menerima
sumbangan. Sambil menangis, penyerang Paraguay yang terakhir kali
mencari nafkah di negeri ini membela Persis Solo merasa sangat terbantu
dengan donasi uang kumpulan masyarakat Solo. Selama ajang Piala AFF,
nonton bareng yang digelar Pasoepati dimanfaatkan untuk penggalangan
dana.
Senin
(3/12) sekitar jam 23:30 WIB di kamar ICU RSD Moewardi Solo, pemain
yang pernah membela Persitara mangkat setelah mengalami tifus akut.
Berat badannya menyusut hampir 17 kilo dalam tiga minggu terakhir.
Tragisnya, Mendieta masih belum mendapatkan haknya sebagai pemain
sepakbola profesional selama enam bulan. Beberapa waktu lalu, sebuah
televisi swasta nasional sempat membuat reportase dirinya. Kala itu
Mendieta berujar, “Saya ingin hak saya. Tolonglah. Saya sakit. Saya
hanya ingin membayar biaya rumah sakit ini.”
Dikabarkan, ibunda Diego Mendieta sudah berusaha membantu anaknya
dengan mengontak kedutaan Indonesia di Buenos Aires. Kabar yang beredar,
pihak Persis Solo akan segera melunasi hak Diego. (Setelah maut
merenggut!!!)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar